DocsMulai
Dokumentasi aoox
Panduan lengkap memasang dan memakai aoox: dari instalasi di server sendiri sampai deploy, database, backup, dan notifikasi.
Apa itu aoox?
aoox adalah self-hosted PaaS di atas Docker. Kamu menjalankannya di server sendiri, lalu dari dashboard web kamu bisa men-deploy aplikasi dari repo Git, membuat database, mengatur domain, melihat log, menjadwalkan backup, dan menerima notifikasi — tanpa menyentuh docker secara manual.
Arsitektur
Tiga container inti berjalan dari satu file compose. Semua yang kamu buat dari dashboard — aplikasi, database, registry, proxy, stack compose — adalah container Docker biasa di host yang sama, di network aoox. Untuk menambah mesin ada dua jalan: server remote lewat SSH, atau Docker Swarm untuk menyebar replika satu aplikasi.
Konsep dasar
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Project | Wadah untuk aplikasi, stack compose, dan database yang saling terkait. Punya environment bersama. |
| Aplikasi | Satu repo Git yang di-build, atau image siap pakai, dijalankan sebagai container (atau service Swarm). |
| Deployment | Satu kali proses build → push → start untuk sebuah aplikasi. Punya log dan status sendiri; bisa di-rollback. |
| Stack compose | File docker-compose dari repo (atau template) yang dijalankan sebagai sekumpulan container. |
| Managed database | Container PostgreSQL/MySQL/MariaDB/Redis yang dibuat dan di-backup oleh aoox. |
| Server | Host lain yang dihubungkan lewat SSH sebagai target deploy tambahan, dengan proxy dan backup volume sendiri. |
| Node (Swarm) | Mesin dalam satu cluster Docker Swarm; aplikasi mode service disebar ke node-node ini. |
Alur cepat
Instal & buat akun owner
Instalasi → buka
/setup.Provision registry lokal (dan proxy bila pakai domain)
Menu Registry dan Settings → Reverse proxy. Registry wajib sebelum deploy pertama — Registry.
Buat project, lalu aplikasi dari repo Git
Projects → Project baru → Aplikasi baru, klik Deploy — Membuat aplikasi.
Tambahkan yang dibutuhkan
Domain, database, backup, webhook, notifikasi — semuanya per aplikasi/project dari dashboard.
Peta dokumentasi
- ProjectWadah aplikasi, database, dan environment bersama.
- Membuat aplikasiDari repo Git atau image siap pakai, plus mode deploy.
- Cara buildDockerfile, Nixpacks, atau situs statis, plus build args.
- Deploy & rollbackAlur deploy, log realtime, health check, blue/green, rollback.
- Environment variablesEnv project vs aplikasi dan referensi ke database.
- MountVolume, bind mount, dan file konfigurasi untuk aplikasi dan database.
- Scheduled jobsPerintah terjadwal (cron) untuk aplikasi, database, dan stack compose.
- Webhook auto-deployDeploy otomatis saat push dari GitHub/GitLab.
- Preview pull requestContainer sementara per PR dengan subdomain sendiri.
- Stack composeDeploy docker-compose multi-service dari repo.
- Template one-clickWordPress, Ghost, n8n, dan lainnya dalam beberapa klik.
- Managed databasePostgreSQL, MySQL, MariaDB, Redis per project.
- Data browserMelihat tabel dan menjalankan query dari dashboard.
- Backup & restoreBackup database dan volume, jadwal, retensi, tujuan S3.
- RegistryRegistry lokal untuk image hasil build dan registry eksternal.
- Proxy & domainTraefik, domain aplikasi, HTTPS otomatis, cek DNS.
- Server remoteDeploy ke server lain lewat SSH.
- Docker SwarmMulti-node: aplikasi sebagai service dengan replika.
- Web terminalShell ke host atau server remote dari browser.
- MonitoringMetrik host dan container, batas sumber daya.
- NotifikasiTelegram, Slack, Discord, webhook, email.
- TroubleshootingMasalah umum dan cara mengatasinya.
Ada yang keliru? Edit halaman ini di GitLab ↗